FLASH

TUTORIAL PENGGUNAAN APLIKASI FLASH
1. Setelah membuka Adobe Flash Professional (versi apa saja), buatlah dokumen baru dengan memilih ActionScript 2.0 (disarankan) agar proses pembuatan menjadi lebih mudah dan cepat

2. Perhatikan pada menu bar ‘Properties’ di bagian kanan. Atur size (ukuran) dokumen flash yang akan dibuat, dan atur juga fps (frame per second) nya. Untuk membuat flash dengan tampilan full screen di komputer, tentukan ukurannya menjadi 1366×768. Bisa juga untuk ukuran HD (high definition), yaitu dengan ukuran 1280×720. Setelah itu kita harus mengatur fps secara benar, direkomendasikan menggunakan 24,00 fps.

3. Secara default, dokumen flash memiliki satu layer bernama Layer 1. Ubah nama layer tersebut menjadi “Button” (tombol). Kenapa button? karena sebelum kita membuat grafik atau memasukan materi, kita harus membuat tombol nya terlebih dahulu. Button atau tombol sangatlah penting dalam pembuatan media pembelajaran interaktif, karena dapat menavigasikan menu yang memang menjadi alat utama dan terpenting dalam hal interaktif.

4. Buatlah tombol berbentuk apa saja, sesuai keinginan. Didalam tutorial ini, saya menggunakan tombol yang berbentuk persegi dengan sudut yang melingkar, maka saya gunakan Rectangle Tool dan mengatur Rectangle Options nya. Saya atur menjadi 50,00. Jika sudah selesai, mulailah membuat grafik untuk tombol.

5. Duplikat layer button sebanyak menu yang akan dimasukkan. Misalkan ada 3 menu yang akan dibuat, berarti button pun harus ada 3. Beri nama layer dengan tambahan nomor di belakangnya, misalnya button 1, button 2, dan button 3. Disini saya menentukannya dengan nama layer Menu 1, Menu 2, dan Menu 3. Terserah saja, yang penting dapat menjadi tanda sesuai isi layer agar dapat mempercepat proses pembuatan media pembelajaran interaktif dengan flash.

6. Setelah tombol menu dibuat dan tersusun, kali ini kita akan mengimpor gambar untuk background nya. Pembuatan background bisa juga kalian buat secara langsung didalam Adobe Flash Professional itu sendiri, tetapi sebaiknya kalian sudah mempersiapkan semua grafik yang akan diimpor dengan membuatnya di Adobe Photoshop atau Adobe Illustrator.

7. Tentukan warna tombol menu dan lakukan desain tambahan untuk background agar terlihat lebih cocok. Kalian dapat dengan mudah mengatur efek pada suatu gambar atau objek dengan mengubahnya menjadi symbol (convert to symbol) atau tekan F8 pada keyboard lalu pilih Graphic untuk menampilkan efek tertentu.

8. Convert tombol menu menjadi button, tekan F8 atau mouse kanan lalu pilih Convert to symbol.. dan tentukan symbol nya menjadi button. Symbol button dapat menampung ActionScript untuk kita masukkan perintah aksi khususnya dapat menjadi alat navigasi saat proses telah selesai.

9. Tekan mouse kiri 2x pada symbol button (tombol menu), lalu tentukan Up, Over, Down, dan Hit nya. Penjelasannya sebagai berikut:

Up, tampilan button awal sebelum mouse pointer bergerak atau menekan mouse kiri
Over, tampilan button ketika mouse pointer mengarah kepada button yang tertunjuk
Down, tampilan button saat kita tekan mouse kiri (biasanya tampil seperti efek tombol yang ditekan, dengan cara memperkecil ukuran button pada frame Down
Hit, menentukan area yang dapat dideteksi oleh mouse pointer.

10. uatlah keyframe untuk memasukkan materi pembelajaran. Sebelumnya, pastikan kita sudah mempersiapkan layer baru. Jika ingin menambahkan animasi, buatlah animasi terlebih dahulu, setelah itu masukkan materi dalam bentuk teks bahkan gambar.

11. Setelah kita menyimpan materi pada salah satu frame dengan memasukkan keyframe, ingat-ingat nomor frame nya untuk kita buatkan ActionScript sebagai navigasi.

12. Tekan mouse kanan pada salah satu tombol menu (button) lalu pilih Actions, atau tekan F9 pada keyboard. Setelah jendela Actions terbuka, masukkan script seperti ini:
on (press) {
gotoAndPlay(nomor_frame);

}

13. Lakukan hal yang sama kepada semua tombol menu yang tersedia, kalian pun dapat menambahkan tombol-tombol lainnya seperti menu, exit, about, dan lainnya.

14. Setelah semuanya selesai, cek hasilnya dengan menekan Ctrl+Enter pada keyboard. Jika sudah, kita harus segera menyimpan dokumen yang sudah dirangkai sedemikian rupa. Dengan cara menekan Ctrl+Shift+S atau perhatikan pada menu bar lalu tekan File, dan pilih Save atau Save As.

15. Untuk menerbitkannya menjadi aplikasi berekstensi .exe, perhatikan pada File lalu pilih Publish Settings. Tentukan nama file, dan centang bagian Win Projector untuk aplikasi Windows, dan Mac Projector untuk aplikasi Macintosh. Setelah itu, tekan OK. Maka proses penerbitan akan segera selesai.

16. Cek aplikasi .exe yang sudah dibuat pada folder direktori dimana kalian menyimpan dokumen flash tadi. Jika sudah, buka aplikasi tersebut dan proses membuat media pembelajaran interaktif dengan Flash sudah selesai.

Tutorial yang saya jelaskan disini hanyalah sebagai ilustrasi atau contoh media pembelajaran interaktif secara sederhana, untuk hasil yang lebih baik, kalian dapat mempersiapkan grafik terlebih dahulu dengan rapi dan bagus agar selain memberikan informasi, media pembelajaran interaktif yang kalian buat pun akan terlihat lebih bagus dari penampilannya.

Leave a Reply